"Loh, nggak ada, Pak. Mana tadi sampahnya?" ucap Dendi kemudian sambil clingak-clinguk mencari sesuatu. "Sampah baru kamu ambil kok gak ada. Jangan bohong!" ucap Pak Patmo. "Ya nggak tahu, Pak. Mungkin sampah ghaib kali, tuh," katanya. "Hahahaha." Sontak seisi kelas pun tertawa karenanya, kecuali Dendi dan juga Fadil. Fadil mungkin merasa posisinya juga sedang terancam. "Mana ada sampah ghaib. Cepat tunjukkan!" perintah Pak Patmo lagi. "Enggak ada, Pak. Sudah hilang entah ke mana. Namanya juga sampah ghaib," jawab Dendi. Sial! Dia benar-benar membuatku geli hati menahan tawa. Demikianlah si Dendi. Dia orang yang seru, hanya saja banyak sekali kekurangan dari dalam dirinya yang membuat banyak perempuan tak ingin menjadi kekasihnya, termasuk aku. "Coba lihat tangan kamu!" pinta Pak Pa

