*** Ujian mata pelajaran matematika akhirnya telah usai. Seperti biasa, ada jeda waktu istirahat di setiap jam mata pelajaran yang diujikan. Aku pun keluar kelas bersama Icha, namun tak kudapati dua orang yang tadi diusir dari kelas. Entah ke mana mereka saat ini. "Shel, gimana tadi? Bisa ngerjain, gak?" tanya Icha. "Hmmm.... Entahlah, gue gak yakin. Semoga aja bisa dapat nilai yang bagus," jawabku. "Kayaknya nilai Lo emang bakal bagus, deh," kata Icha. "Hmmm.... Ngomong-ngomong, dua orang yang tadi, mana?" tanyaku kemudian. "Dua orang siapa?" tanya Icha bingung. "Yang tadi diusir dari kelas," jawabku. "Oh, si Fadil sama si tengil?" tanya Icha. "Iya lah, siapa lagi?" kataku. "Kejam sih Lo. Kasihan mereka. Nilai mereka pasti jelek tuh," ucap Icha. "Loh, gue kan cuma mengungkap ke

