Tak apa, aku hargai penilaian mereka. Tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan. Tentang siapa dia sampai berani mengaturku. Tentang apa pangkat dia sehingga berani berkuasa atas diriku. Jika tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, jangan salahkan aku jika aku pun tak mau menerima aturan dari dirinya. Sekarang, waktu pengerjaan tinggal beberapa menit lagi, dan kasih ada beberapa soal yang belum kuketahui jawabannya. Lembaran masih ada yang kosong, tapi tidak dengan pikiranku yang entah sudah sampai mana. Terkadang, dalam kondisi yang seperti ini aku sangat mengharapkan untuk kerasukan arwah Albert Einstein, tapi ternyata yang merasukiku bukanlah Albert Einstein, melainkan rasa kantuk, rasa malas, dan rasa-rasa lain yang malah akan menyesatkan aku. Hingga pada akhirnya, sisa menit it

