Tentang hal ini, aku juga tak menyangka sama sekali bahwa aku bisa mengucapkan perkataan yang sama dengan Daniel. Padahal, waktu penyampaiannya berbeda. Mungkin hanya tempat dan objek yang ditujunya saja yang sama. Apa mungkin benar apa yang Salsa katakan, bahwa aku ini akan berjodoh dengan Daniel? Jodoh. Kalau soal itu, aku tentunya pun tak dapat mengetahuinya. Aku juga tak ingin mengira-ngira nya. Karena soal berjodoh atau tidak, itu urusan sang pencipta. Jika ditakdirkan untuk berjodoh, ya alhamdulilah, akan tetapi jika tidak, ya tidak apa-apa. "Pasti, Kak," kata Salsa. Aku tertawa kecil. "Jadi beli permen kapas?" tanyaku kemudian. "Tapi nanti disuruh bayar," kata Salsa. "Hahaha.... Enggak, kakak cuma bercanda," ucapku. "Nah, tuh kan sama lagi sama ucapan Kak Daniel waktu itu," ka

