Sore hari yang cerah, tanpa adanya setitik pun awan kecil di langit sana yang mengganggu tugas sang raja hari dalam menyinari semesta. Aku masih berada di kamar, berdandan secantik mungkin untuk pertemuanku dengan Daniel sekaligus adiknya nanti. Tak ada yang mendandani. Menurutku aku sendiri pun sudah bisa berdandan cantik. Setelahnya kuambil ponselku yang berada di atas kasur. Aku ingin menelepon Daniel terlebih dahulu, memastikan tentang di mana keberadaan dia saat ini. Sebenarnya aku bisa saja untuk langsung menuju tempat tujuan, akan tetapi aku paling malas kalau disuruh menunggu. "Halo," ucapku setelah panggilan terhubung. "Gue udah mau berangkat." Seseorang menjawabnya dari seberang sana. Seseorang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Daniel. "Ah, iya. Kalau gitu gue juga berang

