Aku berharap nantinya tidak akan ada lagi pertikaian antara Daniel dan teman-teman sekelasnya. Aku ingin menciptakan perdamaian di antara mereka. Sekarang, jalan utamanya sudah terbuka. Tinggal menunggu jalan-jalan selanjutnya untuk terbuka. Kuharap semua akan berjalan dengan semestinya. "Tadi itu kenapa?" Ada suara yang datang dari arah samping kiriku. Suara itu sangat tidak asing di telingaku. Dan pertanyaan yang ia lontarkan, jelaslah ditujukan kepadaku. Tanpa pikir panjang lagi, aku pun menoleh ke arah sumber suara. "Ah, nggak apa-apa, Mbak," jawabku. Dan ternyata sang pemilik suara itu adalah Mbak Ika, sang penjaga kantin. "Iyakah? Tapi Mbak lihat kayaknya ada masalah yang sangat serius. Apa jangan-jangan kamu pacaran sama dia, lalu berantem," tebak Mbak Ika. "Hmm.... Lalu Daniel

