Bab 96

1996 Kata

"Cih, gue gak nyangka Ryan kayak gitu. Tapi ngomong-ngomong, jika orang yang digituin itu gue, gue juga gak akan lah sampai bunuh diri," ucap Icha. "Heh, Lo gak tahu sih apa yang dialami Daniel selama ini. Kasihan dia," ucapku. Icha diam, sedangkan aku terus saja memandangnya. Kuamati semua tingkahnya itu. Kurasa ia kini sedang membayangkan tentang penderitaan yang Daniel alami selama ini. Ah, dasar aku, selalu saja menerka-nerka. "Lalu, apa yang mau Lo lakuin?" tanya Icha selanjutnya. "Yang mau gue lakuin, ya? Hmm.... Mungkin gue akan berbicara empat mata dengannya. Gue akan meminta penjelasan kepadanya tentang mengapa dia bisa sampa sejahat itu ke Daniel," jawabku. "Gue udah janji ke Daniel bahwa dalam waktu satu Minggu ini, selama dia masih diskorsing, gue akan berusaha untuk menye

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN