"Ya harus, lah. Cepat jawab!" pinta Icha. "Tapi Lo semua jangan nyesel, ya, kalau nanti gue jawab," pintaku juga. "Iya. Gak bakalan," jawab Icha dengan yakin. "Okelah. Gue pengen pindah sekolah, itu semua karena gue pengen jauh dari Lo semua. Jujur aja, sih. Gue bosen banget lihat muka-muka Lo ini. Apalagi si Rosa. Udah nama nyama-nyamain nama Mama gue, ngeselin pula," ucapku. "Lah, kok gue?" protes Rosa. "Udah, diem dulu Lo!" perintahku. Dia beneran diam. "Si Nita juga nih. Jujur gue kesel banget sama Lo. Udah gitu, tengil pula. Mungkin Lo suatu saat nanti jadi jodohnya si Dendi," ucapku sambil memandang ke arah Nita. "Enak aja Lo, gue dijodoh-jodohin sama si Dendi," protes Nita. "Sudah, diem dulu Lo!" perintahku pada Nita juga. Dia nampaknya juga tak mau melawan. "Apalagi Lo, Ch

