Bab 68

2001 Kata

"Aduh, aduh! Iya, gue gak akan bilang. Tolong singkirin tangan Lo dari bahu gue!" pintanya. Aku pun menurutinya. Dia itu, entah dia memang bodoh beneran atau hanya cuma main-main saja. Tapi kurasa, dia tak sebodoh itu. Dia hanya memposisikan dirinya dengan menjadi orang yang seperti itu ketika berkumpul bersamaku dan yang lain. Alasannya cukup sederhana. Mungkin dia ingin menciptakan kenangan indah bersama kami, dengan dirinya yang paling banyak dikenang karena sifat bodohnya itu yang membuatnya mencolok. Kira-kira seperti itulah asumsiku. Aku tak ingin menanyakannya langsung kepada Nita. Kenapa? Karena malas. "Bagus. Kalau sampai Lo bilang, Lo tahu hukumannya apa?" tanyaku kemudian. "Hukum gantung? Penggal? Pasung? Dipenjara seumur hidup? Atau apa?" tebaknya tak jelas. "Baguslah kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN