"Heh, ngapain? Males banget ikut mereka," jawab Icha. "Gue juga males banget Lo ikutin," kataku. "Cih," decaknya. "Ini ngomong-ngomong, tumben kantin sepi kayak gini," ucap Icha kemudian. Entah kenapa ketika melihat Icha yang memperhatikan sekeliling aku juga ikut melakukan apa yang dia lakukan. Padahal sebenarnya aku sudah mengetahuinya sejak tadi, karena aku pun sudah ada di sini sedari tadi. "Lo tadi lihat banyak orang gak, di lapangan?" tanyaku. "Wih, bukan banyak lagi. Malahan udah kelewatan banyaknya. Udah kayak lautan manusia," jawab Icha. "Nah, berarti itulah yang membuat kantin sepi," ucapku. "Oh. Jadi mereka itu aslinya lagi mengadakan rapat untuk membahas rencana membuat kantin jadi sepi?" tanya Icha tak jelas. Aku tahu dia tak sebodoh itu. Apa yang dia lakukan hanyalah

