Bab 70

1459 Kata

"Fadil, kenapa bisa sejelek ini nilai kamu? Dan kenapa banyak yang tidak diisi?" tanya Bu Maya kemudian. Yang ditanya pun hanya bisa garuk-garuk kepala sambil tersenyum canggung. Tentu hal itu aneh bagi Bu Maya, tapi tidak bagi kami yang mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi. Si Fadil adalah murid kesayangannya Bu Maya. Soal matematika, seharusnya dia bisa menyamai atau bahkan melampaui hebatnya Icha, atau bahkan Pasha. Hanya saja, saat itu kertas ulangannya harus dikumpulkan sebelum ia mengerjakan semua soal. Wajar saja jika nilainya buruk. "Eee.... Anu, Bu," jawab Fadil dengan masih mencari alasan. "Hahaha.... Murid kesayangan ibu, tuh." Arif tiba-tiba menyahut. "Berisik Lo!" ucap Fadil. "E e e," ucap Arif sambil bergaya seperti biasanya. Sontak hal itu membuatku tertawa kec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN