Bimbang

1006 Kata

Tiba-tiba Arka menelepon, mengajak Lubna untuk pergi ke acara pameran lukisan di Hotel Flamboyan. Sedikit paksaan membuat perempuan itu akhirnya setuju. Malam harinya—selepas Isya—Arka menjemput Lubna. Keduanya serasi, memadukan putih dan moka sebagai outfit mereka. Hanya berdua mereka pergi. Begitu sepasang insan itu sampai, rupanya lokasi pameran sudah dipadati berbagai kalangan penikmat seni. Arka yang merupakan salah satu penikmat seni lukis, seketika mengukir senyum dengan pandangan beredar. Digenggamnya tangan Lubna untuk masuk. “Hei, Pak Dokter!” Seorang pria berambut gondrong dengan pakaian serba hitam—kaus bergambar Candi Borobudur dan celana pendek sebatas lutut—menghampiri Arka dan Lubna. Kedua pria itu saling memberikan pelukan singkat dan bertanya kabar. “Na, kenalin ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN