“Mbak, ada paket,” ujar seorang karyawan kepada Lubna. “Dari siapa?” tanya Lubna ingin tahu. “Gak tahu, Mbak.” Perempuan berjilbab itu pun pergi. Lubna kembali masuk ke ruangannya; menaruh paket berisi makanan itu di meja. Dia kembali fokus pada pekerjaannya, membuat desain untuk promosi dan mengunggah video di sosial media. Saat sedang fokus pada pekerjaan, tiba-tiba saja ponsel Lubna berdering. Terkejut dia melihat nama di balik layar. Segera dia geser gagang telepon berwarna merah. Tak berselang lama, benda pipih itu kembali berdering; masih dengan panggilan yang sama. Untuk ke sekian kalinya nama Arka tersemat di balik layar. Lubna berusaha untuk melawan hati, membiarkan panggilan itu berakhir dengan sendirinya. Setelah dering berhenti, dia merasa lega. Hanya beberapa detik hening

