Satu minggu berlalu. Tidak ada lagi kabar dari Arka. Lubna berusaha menghubunginya, tetapi ponsel pria itu tidak bisa dihubungi. Lubna mengembuskan napas kasar, duduk seorang diri di ruangannya. Bersamaan dengan itu satu pesan masuk, dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal. Pengirim pesan tersebut meminta Lubna untuk datang ke Samudra Resto saat makan siang nanti. Lubna mulanya menolak. Namun, orang tersebut memaksa. Dia pun akhirnya setuju; pergi selepas Zuhur tanpa memberitahu kedua sahabatnya. Sesampainya di tempat tujuan, Lubna berusaha menghubungi yang mengajaknya bertemu. Di meja paling ujung seseorang berambut keriting melambaikan tangan. Dia bergegas menghampiri. Sedikit terkejut saat Lubna melihatnya dari dekat. Ternyata yang mengajaknya bertemu adalah teman Sonia. Orang yang

