“Bunda, sudah mendengar semuanya. Pantas saja Sonia berubah dan selalu beralasan saat Bunda memintanya untuk datang.” Arka tak merespons. Saat pulang dia berharap bisa langsung istirahat, melepas segala penatnya. Setiap hari dia disibukkan dengan segudang aktivitas; mulai berangkat pagi dari rumah, setelah itu dia harus melakukan tugas jaga sampai besok paginya; belum lagi kegiatan rutin; membereskan pasien-pasien; bahkan dua hari berturut-turut berada di rumah sakit adalah hal yang biasa. Dia sudah benar-benar lelah. Matanya merah, karena harus terjaga sepanjang malam. Di saat orang lain istirahat dia harus tetap bekerja dan belajar. Saat pulang bukannya istirahat, dia malah disambut oleh amarah ibunya. “Jawab, Arka!” Anna menaikkan nada bicaranya. “Iya, Bun ... kami sepakat menyelesai

