Sepenggal Kisah

1266 Kata

“Jadi, usia kamu sekarang dua puluh dua tahun?” tanya Lubna kepada seorang berjilbab hitam, yang bersamanya di teras depan perpustakaan panti. “Iya, Kak. Minggu depan genap usiaku dua puluh dua tahun.” Gadis tersebut tersenyum manis sekali. “Kalau begitu, kamu mau kado apa?” Gadis itu malah menatapnya dengan dahi mengernyit. Lubna kembali memberikan penawaran. Sekarang gadis yang mengenalkan diri bernama Dita itu malah tersenyum. “Aku tidak ingin hadiah apa pun, Kak. Allah sudah memberikan banyak hal setiap harinya. Bagiku, bisa membuka mata dan melihat Umma sehat ... itu sudah lebih dari cukup.” “Kamu yakin hanya itu? Apa kamu tidak menginginkan hal lain? Baju, sandal, tas baru misalnya?” Dita menggeleng. “Umma segalanya bagiku. Baju, tas, sandal itu tidak bernilai apa pun dibanding

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN