Tama masih belum habis pikir kenapa hal itu bisa terjadi dan Nadia menyembunyikannya selama itu. Entah untuk tujuan apa istrinya melakukan semuanya tanpa sepengetahuan Tama. Setidaknya itu yang terus bercokol di pikiran lelaki penyuka warna hitam putih itu. Meskipun raganya bergeming di ruangan rapat bersama para petinggi perusahaan tersebut, jiwanya terus berkelana memikirkan hal-hal yang mungkin belum terungkap lebih banyak lagi tentang yang dilakukan istrinya. Tanpa sadar jemari yang menggenggam pulpen, ia ketuk-ketuk ke atas meja sehingga menimbulkan satu-satunya suara di ruangan yang hening. "Pak Tama, Are you with us?" Jentikan jari sang asisten bos besar, mengembalikan tuas otak tama yang berkelana. Mister Chang yang sedari tadi memerhatikan salah satu manajernya, mengulas sen

