Bab 56

1020 Kata

Di tengah menikmati makanan kesukaannya, notifikasi pesan masuk saling bertubi-tubi. Sejak turun dari pesawat, seharian itu ia belum membuka ponsel untuk mengecek pesan-pesan yang pasti sudah ratusan. Dilihatnya daftar chat itu satu per satu. Di sela beberapa pesan customer, ada pesan dari sang ibu. [Nad, kamu sudah sampai di Batam?] [Ibu hanya mengingatkan aja, untuk pelunasan cicilan masih berjalan, ya.] [Jangan sampai lupa atau tersendat. Ibu tidak mau menanggung risiko kalau rumah ini sampai tersita.] Mie lendir yang semula terasa nikmat, tiba-tiba berubah rasa. Entah mungkin mood Nadia saja yang berubah setelah membaca pesan itu. Ia tak berselra juga untuk membalas saat itu. Sebaliknya malah menyibukkan diri menyuali Arkan dan Jodi. Ibu dua anak itu menatap penuh bersalah pada s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN