47. Little Secret

2090 Kata

Pukul setengah sebelas malam. Ia duduk bersila di lantai beralaskan karpet. Punggungnya bersandar ke tepian jendela. Dinginnya udara dari pendingin ruangan membelai kakinya yang telanjang tanpa alas. Jemarinya berjibaku dengan ponsel yang sedari tadi ia pelototi hampir satu jam lamanya. Ia sesekali masih menghapus air mata yang sialnya tak kunjung berhenti. Rasa getir di hatinya tak jua pergi. Lio berselancar di dunia maya. Ia harus mencari pekerjaan secepatnya. Tidak mungkin ia berpangku tangan. Walaupun harus memulai karier dari bawah lagi, ia tidak peduli. Lio tidak ingin nantinya menyusahkan Alfaraz atau siapapun. Tiada yang lebih baik daripada berdiri tegak di atas kaki sendiri. Untung saja dahulu ia sempat menitipkan seperangkat ijazahnya di SDB kepunyaan Tama. Jauh sebelum ia mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN