“It’s only after we’ve lost everything that we’re free to do anything.” – Fight Club, Tyler Durden. Lio mempersilakan Frederick dan Wina masuk. Sikapnya agak canggung berhubung ada Alfaraz di dalam. Ia sama sekali tidak ada persiapan akan pertemuan semacam ini. Mulutnya diam-diam mengambil napas panjang dan menghembuskannya kembali demi meredakan rasa gugup. Kedatangan pengganti orang tuanya itu secara tiba-tiba, membuatnya salah tingkah ibarat maling yang baru saja ketahuan. Frederick mengerutkan dahi dan saling berpandangan sejenak dengan isterinya ketika melihat Al muncul dari arah dapur. Al sedang mengeringkan tangannya dengan tisu lalu buru-buru menyambut kedatangan dua orang yang merupakan pemegang restu bagi kekasih hatinya. “Al, perkenalkan. Om Freddie dan Tante Wina,” ujar Lion

