“Gue melanggar kode etik demi membawa dia kesini. Jadi, gunakan dengan bijak.” Ujar Danny menepuk bahu sahabatnya dan membukakan pintu agar pria itu masuk. Ia melakukan segala cara agar perempuan tersebut diserahkan ke tangannya, dan membawanya ke sini sebelum di bawa lagi ke markas nanti untuk diinterogasi. Ia juga meminta kesediaan anak buahnya agar tutup mulut. Kai mengangguk. “Thanks, Dan.” Di dalam sana duduk seorang perempuan setengah baya. Tangannya terborgol ke tangan-tangan sebuah kursi plastik. Matanya memejam rapat, entah tertidur atau pura-pura. Raut wajahnya terlihat lelah. Masih tersisa gurat-gurat kecantikan di wajahnya. Sayang sekali, paras yang cantik belum tentu mencerminkan hati yang serupa. Bahkan seringkali bertolak belakang sehingga banyak orang yang terpedaya. Kai

