58. Sorry!

2408 Kata

Al duduk termenung di kamarnya. Sebelah tangannya menopang dagu dan sebelahnya lagi mengetuk-ngetuk meja. Selepas makan malam tadi, ia mengantarkan Lio ke kamar yang terletak persis di sebelah kamarnya. Tak berapa lama kemudian, Satya datang membawa beberapa kaleng minuman beralkohol untuk menemani malam yang lumayan dingin. Sam membawa secangkir cokelat panas yang ia pesan pada layanan kamar. Mereka ikut duduk bersama Al mengelilingi sebuah meja sambil menikmati malam di kota Zurich dari balik jendela kaca. Padahal, ketiganya sama-sama lelah karena hanya beristirahat sebentar sekembalinya dari bank tadi. Pengaruh jetlag terkadang membuat seseorang susah tidur. Sam menepis tangan Al tatkala pria itu menyambar kaleng minuman yang dibawa oleh Satya. Cerita Ian saat mereka mabuk bersama, c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN