57. Mistery

3162 Kata

Al melepaskan tangannya dan pelan-pelan menarik langkahnya mundur dengan tatapan masih terpaku pada Liona. Gadis itu masih berdiri diam di tempatnya dengan ekspresi cengo. Ia membuka pintu kamar dengan sebelah tangan dan segera masuk, lalu menghempaskannya dengan keras. Di dalam sana, ia terduduk bersandar di dinding. Napasnya terengah-engah. Ia memeluk kedua kakinya dan memukul-mukulkan keningnya ke lutut. Apa-apaan itu tadi? Apa ia sudah tidak waras? Menghamili anak orang sebelum menikah? Apakah mulutnya sudah kehilangan banderol-nya sampai berkata sembarangan seperti itu? Bagaimana kalau Lio menganggapnya kurang ajar? Duh Gusti! Al pun mulai sadar. Dengan mencium Liona kemarin adalah awal dari segala malapetaka. Ingatkan dirinya untuk tidak terlalu dekat dengan Lio setelah ini atau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN