61. Reasons

2204 Kata

Widya perlahan menghampiri perempuan berseragam pasien tidak jauh di depannya. Perempuan itu masih terlihat cantik di usianya yang lebih dari setengah abad. Walaupun ada kerutan di sekitar mata tanda dimakan usia. Mungkin karena tiada beban hidup membuatnya awet muda. Berbeda dengannya yang rajin mendatangi klinik kecantikan demi memoles penampilannya. Tangan perempuan itu sibuk memutar-mutar setangkai bunga mawar yang ia petik dari taman. Sesekali tampak juga dia membawa mawar itu mendekat ke wajahnya. Ia berdehem dan ikut duduk di sebelah Karina. Perempuan itu sempat berjengit kaget menyadari kehadirannya. Sedetik kemudian, pandangannya kembali menatap kosong ke depan. “Bagaimana kabarmu?” tanya Widya dengan nada mengejek. “Ck! Aku tidak menyangka anak seorang pengusaha terkenal seper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN