Saat bertemu dengan Claire di ruang makan pagi itu, Zack meringis melihat tatapan yang ditujukan perempuan itu padanya. Claire menatapnya tajam, kilat terlihat memancar di mata karamelnya. Zack sadar ia sudah melakukan kesalahan. Meninggalkan wanitanya yang masih tertidur lelap tanpa pamit dan tanpa pesan, sungguh perbuatan yang pengecut. Ia tidak bermaksud untuk bersikap seperti itu. Niatnya tadi ingin menemui Claire sebelum sarapan, tidak sadar kalau ia terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Ia bukan hanya mandi dan membersihkan diri, tetapi juga berpikir tentang semua yang dikatakan Claire dan juga saudara-saudaranya. Ia tidak seharusnya terpuruk dan merasa kalau ini adalah akhir dari segalanya. Seharusnya ia bisa semakin bangkit dan terus melawan. Zack sengaja menyisakan sebuah ku

