"Terima kasih sudah menolongku, Eve. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan wanita itu seandainya kau tidak datang." Zack bergidik mengingat keagresifan Candice. Meski hanya berdiam diri, tapi mulut Candice meracau ke mana-mana. Terdengar sedikit frontal di telinganya. Jujur saja, ia tidak menyukai perempuan seperti itu. Ia menyukai perempuan yang lembut dan keibuan, sangat cocok untuknya yang sekarang sudah memiliki seorang putra. Evelyn masih belum mau menyahut. Sejak beberapa menit yang lalu mulutnya masih terkatup rapat. Langkah kakinya pun lebar-lebar, pertanda dia sedang kesal atau marah. Sementara Russel sudah tidak bersama mereka. Ia lebih memilih untuk menjauh. Russel memiliki firasat kalau Evelyn menyukai Zack, entahlah. Raut wajahnya yang tidak tertebak membuat sedikit sul

