overdosis

1444 Kata

Pov Aisyah Aku berteriak setelah gorden penutup jendela itu terbuka, yang ditarik oleh pak Andi. Aku sangat terkejut, hatiku sangat hancur. saat aku melihat ada seseorang yang sedang terbujur kaku di atas lantai. lututku tiba-tiba merasa lemas, tak kuat lagi menahan tubuhku. "Arfan! Arfaan!" aku terus memanggil-manggil nama anakku, dengan begitu Lirih. orang tua mana yang akan tega melihat anaknya putus asa seperti itu. Cring! cring! cring! Terdengar suara pukulan tongkat bisbol, yang terkena besi teralis jendela rumah, yang dihantamkan oleh Pak Andi. pikirannya yang masih jernih, sehingga dia masih bisa mengambil tindakan dengan cepat. Lama berusaha, akhirnya pintu teralis itu jebol terbuka. Arfan yang sejak dari tadi, dia hanya terbaring. tak menggubris suara yang begitu nyarin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN