Pov Erni 30 menit berlalu, akhirnya aku sampai di gerbang pintu rumah termegah yang ada di komplek itu. "Masuk dulu!" tawarku sama Farid yang mengantarkan ku pulang. "Enggak, Katanya kamu mau menghubungi keluargamu, nanti aku ganggu!" jawab farid sambil tersenyum. "Ya sudah! kamu pulang hati-hati, yah!" ucapku Sambil mendaratkan ciuman di pipinya kemudian aku turun dari mobil Farid, untuk masuk ke rumah mewah itu. Deri satpam rumahku, sejak dari tadi dia sudah berdiri, membukakan pintu menyambut kedatangan majikannya. "Selamat malam, Bu!" Sapa satpamku sambil menganggukan kepala tanda menghormatiku. Aku hanya memberikan senyum ramah sebagai jawabannya. aku terus berjalan menyusuri halaman rumah yang begitu luas, ditumbuhi dengan bunga-bunga yang sedang Mekar. meski malam har

