Pov Arfan "Mau sampai kapan? kamu mengurung diri seperti ini." ungkap Ibu sambil terus menyuapiku. Aku tidak menjawab ucapan ibu, aku hanya fokus mengunyah makanan yang ada di dalam mulut. rasa sakit yang begitu dalam, sehingga susah untuk terobati. aku lebih menutup diri, Berharap sewaktu-waktu ada malaikat yang menjemputku. Tanpa harus mengakhiri hidup. Lima bulan yang lalu, aku pernah mencoba meminum obat penenang, dengan dosis yang begitu besar, agar aku bisa meninggalkan dunia ini. tak mampu menahan kenyataan yang begitu pahit.Bagaimana tidak, sahabat yang selalu aku banggakan, dengan istri yang begitu baik. mereka tega menghianatiku, mereka tega berhubungan badan di depan mataku, Tanpa ada sedikitpun penyesalan. Namun usaha untuk meninggalkan dunia yang penuh tipu muslihat it

