Pov Erni Setelah beberapa lama mengendarai mobil. akhirnya aku dan Farid sampai di salah satu bangunan berlantai dua, dengan menggunakan pintu lipat slending hundurson, yang terbuka sebagian. menandakan ada orang di dalamnya. "Ayo turun! ajak Farid sambil melepas seatbelt yang melingkar di tubuhnya. Aku pun mengangguk, kemudian mengikuti Farid berjalan di belakangnya. menuju pintu lipat yang terbuka. setelah berada di dalam, terlihat ruangan itu masih kosong, tidak ada barang apapun yang mengisinya. "Paaaaaak! bapaaaaaaak!" teriak Farid memanggil orang tuanya. "Yah! sebentar Bapak turun." jawab suara orang tua dengan berteriak pula, terdengar suara itu dari arah lantai dua. kemudian tak lama terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga. Dengan cepat aku pun mengambil

