Pov Erni Aku mulai memfokuskan kembali ke pekerjaanku yang sempat tertunda, karena terganggu oleh kehadiran sosok pria yang mampu mengganggu saraf otak kiriku. Namun pekerjaanku, tidak bisa membuatnya berpaling, untuk tidak memikirkan Wajah pria yang menghantuiku. "Tumben banget sih! aku seperti ini." gumamku sambil mengulum senyum, mataku terus memperhatikan berkas-berkas yang ada di tangan. Mencoba untuk mengalihkan pikiranku dari pria yang baru saja aku temui. Merasa bingung harus berbuat apa, karena aku tidak bisa fokus bekerja. pikiranku melayang kemana-mana, membayangkan hal-hal indah yang akan aku lakukan bersama Ari, pria tampan berkulit kecoklatan itu. akhirnya aku pun memutuskan, untuk pergi ke kantin mencari kopi agar otakku kembali press. apalagi mengingat waktu sudah men

