Pov Erni Suamiku yang bod0h, terlihat mengikutiku di belakang. seolah dia baru tersadar, bahwa ada orang yang harus diselamatkan nyawanya. "Kamu di rumah saja, kamu baru pulang dari luar kota! pasti kamu capek, jadi istirahatlah!" aku menghentikan langkah, kemudian membalikkan tubuh, menyuruh suamiku agar dia tidak ikut mengantar kerumah sakit, Lagian dia sadarnya terlambat. "Aku akan urus secepatnya, perceraian kita! biar kamu bisa bersenang-senang sama sampah itu, tanpa harus berbuat dosa!" ucap suamiku yang terdengar Sok bijak. "Kamu ada orang yang mau kehilangan nyawa, Masih sempat membahas hal yang tak penting seperti itu." Gerutuku dengan kesal, karena suamiku yang tak pernah peka dengan keadaan. Bukannya dia Simpati melihat orang yang sedang berjuang menyelamatkan nyawanya se

