Sikap Mas Ferdi yang cuek berlanjut hingga dua hari selanjutnya. Aku cuek jadi biarkan saja, karena percuma bila menjelaskan suatu alasan pada seseorang yang sedang dirundung rasa kesal. Tidak akan masuk. Lagian dulu sudah aku suruh Ria untuk menyampaikan alasan, kenapa tidak bisa ikut berlibur bersama pada perayakan hari ulang ulang tahun Davin. Harusnya Mas Ferdi bisa memaklumi. Bahkan mestinya dia bahagia karena keputusan yang aku ambil ini, sekarang aku terbebas dari Fino. Dan sekarang punya kesempatan untuk selalu stay di rumah buat anak-anak. Bukan malah terlarut emosi seperti ini. Hati ini semakin heran pada Mas Ferdi, saat pulang dari kantor pria itu mendekati aku. Saat itu diri ini tengah sibuk mencetak kue-kue kering pesanan. Tangan Mas Ferdi tampak menggeret sebuah koper bes

