Saat Mas Ferdi terus saja memaksa untuk menjemput, aku berusaha melarang. Dengan alasan tidak mau terjadi keributan bila nanti dia datang. Aku juga menjelaskan padanya kalau Fino adalah seorang pemuda baik. Pemuda itu tidak mungkin berbuat macam-macam karena aku memang sudah mulai mengenali wataknya. Yang pasti pula, Fino telah berjanji akan menularkan semua ilmunya padaku. Sayangnya Mas Ferdi sama sekali tidak menggubris penjelasanku. Dia tetap bersikeras menanyakan alamat lengkap Fino. Ketika aku sedang berusaha membujuk Mas Ferdi agar tetap tenang di rumah, Fino mendekat. Tanpa permisi, dia mengambil ponsel yang tengah menempel di telingaku. Lantas mengusap tombol loud speakernya. "Fer, ini aku Fino," ujarnya tenang. "Hei ... Fin! Maksud kamu apa-apan sih nyuruh Aya nginep di tem

