29. Bos Tengil yang Manis

1164 Kata

"Dua-duanya," sahut Fino mantap. Dia dan sang sopir terkekeh geli saat melihat aku terbengong mendengar jawabannya. "Sekarang aku mau pergi dengan Wawan. Pokoknya saat kami balik, semua harus tampak bersih dan rapi! Oh ya ini kunci kamarku. Tolong dibersihkan juga, ya!" titah Fino tenang, tapi tak terbantahkan. Usai menggegamkan anak kunci ke dalam jemariku, dengan santai dia dan Wawan melangkah pergi. Meninggalkan aku yang masih shock mendengarkan perintahnya. Lima menit kemudian, usai punggung kedua orang itu tidak tampak lagi, aku baru memulai tugas. Untuk menyemangati diri, aku menghela napas perlahan. Lalu membayangkan wajah Davin yang tersayang. Ya ... ini semua demi jagoan cilik itu. Apapun rela kulakukan asal Fino tidak memaporkan anak itu ke polisi. Maka setelah ada sema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN