27. Kesepakatan

1115 Kata

Keesokannya harinya. Ketika aku dan keluarga tengah menyantap sarapan pagi bersama, terdengar pintu rumah diketuk orang. Karena sedang sibuk membujuk Davin yang masih bermuram durja, maka kusuruh Leha yang membuka pintu rumah. Sementara aku terus merayu Davin agar mau menyentuh makanannya. Setelah lari tergopoh-gopoh dari dapur menuju ruang depan untuk membukakan pintu, lima menit kemudian Leha kembali datang dengan surat di tangan. Usai menyerahkan surat tersebut ke Mas Ferdi, gadis itu pun berlalu untuk melanjutkan pekerjaan. Mas Ferdi sendiri lekas menyobek amplop surat itu. Tampak matanya membulat sempurna usai membaca isi surat. Tentu saja aku menjadi penasaran melihat. Maka saat pria itu meninggalkan meja makan dengan langkah gontai, aku pun mengikutinya. "Surat dari siapa, Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN