Dilihat dari raut wajahnya yang tampak masam, aku yakin pasti Mas Ferdi berpikir yang macam-macam. Apalagi lelaki itu memergoki aku dan Leha tengah membantu Fino mengganti baju. Maka sebelum Mas Ferdi menyangka yang tidak-tidak tentang kehadiran Fino di rumah ini, gegas kuluruskan masalah dengan menceritakan semua padanya. "Fino datang ke sini karena mau ngambil hapenya, Mas. Hape dia sempat ketinggalan di rumah sakit waktu njengukin aku. Itu doang gak ada maksud lain." Aku menerangkan alasan Fino mampir ke rumah. Kemudian juga kuceritakan tentang pendorong tubuhnya Fino ke kolam dilakukan oleh Davin. Untuk meyakinkan cerita, kusuruh Davin berbicara. Davin sendiri masih menunduk takut. Raut mukanya pias. Mulutnya terisak lirih. "Bunda sama Om Fino kelihatannya sangat akrab. Aku ...

