“Tian!” seru Frank sambil melambaikan tangan memanggil pemuda itu saat baru tiba di dapur keesokan harinya. Bastian mendatangi Frank yang tengah berbicara dengan Sena, Reno dan yang lain di tengah ruangan, di bagian meja pembuat pasta. “Kenapa?” tanya Bastian. “Sejak kemarin Raph nggak masuk kerja. Dan tadi waktu saya tanyakan pada Patrick, dia hanya bilang kalau Raph mengundurkan diri. Sebenarnya ada apa? Apa kamu tau sesuatu?” “Nggak,” sahut Bastian. Bastian tidak ingin mengatakan apapun tentang Raph. Dia ingin pria itu tetap diingat sebagai rekan kerja yang baik dan menyenangkan oleh semua orang yang ada di sini, terlepas dari apa yang sudah dilakukan Raph pada Sena. “Saya permisi ke belakang dulu.” Bastian meninggalkan dapur dan berjalan ke arah pintu yang menuju ke ruang ganti

