40. Pertempuran Tak Terduga

1661 Kata

"Satryaaaa!!" Sumi terbangun dengan perasaan resah. Mendadak ia teringat akan anaknya yang tertinggal di rumah bapaknya, Kang Somad. Dalam mimpinya bayi Satrya menangis keras, takut akan sesuatu yang mau menelannya hidup-hidup. "Maafkan Biyung, Satrya. Biyung sungguh ndak tahu diri belum bisa merebutmu dari mereka karena banyaknya kejadian buruk belakangan ini," gumam Sumi dengan airmata berlinang. Sumi ndak bisa lagi hanya pasrah, dia akan mengambil bayinya. Bukannya di rumah bapaknya tinggal ibu Gendhis? Siapa tahu ibu tirinya bersedia mengembalikan bayi Satrya padanya. Sumi akan melakukannya diam-diam karena dia yakin Janur pasti ndak mengijinkan dirinya mendatangi rumah musuh mereka. Jadi, dia menyelinap pergi kala genderuwo cantik itu sedang patroli malam. Kebetulan ada kej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN