Semalam telah berlalu. Jamilah tak menemukan keberadaan Johny keesokan harinya. Mau bertanya enggan dan malu. Dia khawatir dicap mempedulikan cowok blasteran messum itu. Lagipula dia ingin berbaikan dengan Satrya, jadi tak boleh menyinggung nama Johnya didepan adik angkatnya itu. Jadi yang ditunggunya adalah siaga satu bila telinganya mendengar nama Johny disebut. Namun seharian taka ada yang menyebut nama cowok messum itu, bahkan Bunda Sumi yang amat baik padanya. Jamilah jadi heran. Dia memutuskan sedikit memancing info pada sang bunda. “Bunda, apakah hari ini ndak ada sesuatu yang kurang atau hilang?” “Hah? Masa ada toh yang saya lupakan?” Sumi justru baru memikirkannya sekarang. Jamilah menunggunya penuh harap.

