Satrya menahan senyumnya melihat tingkah Jamilah yang bergaya sok anggun bak nyonya bangsawan namun terkesan konyol. “Jadi Sat, kamu kok tahu toh aku ada disini?” tanya Jamilah sembari mengipas-ngipas wajahnya dengan kipas bulu berwarna pink norak. Dadanya mantul-mantul saat melakukannya, sungguh membakar hasrat lelaki yang melihatnya. Satrya membuang pandangannya kearah lain dengan wajah merona. Setelahnya dia terus menunduk, tak berani bertatapan muka langsung dengan Jamilah, khawatir tatapannya tersesat ke sepasang gunung kembar yang bergerak mengaiirahkan itu. “Sat ... halo, kok diem toh? Moso ganteng-ganteng budek (* tuli)? For your info, Sat. Adanya itu film Ganteng-Ganteng Serigala.” cetus Jamilah gemas, lantas dia mendekat dan berbisik di

