Leo Totok Tinular menyambut kedatangan Johny Gimbal dengan gegap gempita. Dia memeluk lelaki ganteng itu dengan wajah sumringah. “Welcome, My Goldie Boy,” sambut Leo dengan senyum lebar yang hampir memenuhi seluruh wajahnya. Senyumnya surut saat melihat bekas tamparan di pipi Johny. Bibirnya mendecak geram. “OMG! Siapa yang lancang membogem cowok berlianku?” Leo memegang dagu Johny, menolehkan kesana-kemari untuk memeriksa apakah ada memar yang lain. Johny mirip korban kekerasan rumah tangga, membuat Leo prihatin. Barbar sekali pasangan cowok ini. Johny berdiri kaku dengan raut wajah masam. Walau dia messum, tapi dia tak suka disentuh sesama jenisnya. Dalam kamusnya tak ada jeruk makan jeruk. Johny mengurai pelukan Leo dan mundur selangkah. “Mr Leo, no jeruk makan jeruk!” tegu

