44. Epilog 2

1094 Kata

Hari pertandingan yang ditunggu kaum genderuwo pun tiba! Mereka mengadakan lomba itu ditengah malam buta. Didepan komplek kuburan yang sangat luas, dan berbatasan dengan kebun tebu yang telah lama terbelangkalai. Hawa dingin di malam hari dengan angin yang menderu membuat suasana semakin mencekam. Tentu saja bagi kaum genderuwo keadaan itu sama sekali bukan jadi halangan untuk hadir dan bertanding demi ambisi mereka. Menjadi raja genderuwo dan memperistri janda raja genderuwo sebelumnya! “Apalagi yang kita tunggu? Janur, ayo kita mulai pertandingan perebutan tahta ini!” pinta genderuwo bertanduk hijau ndak sabar. “Sebentar, kita menunggu peserta terakhir.” Mereka semua mengerutkan kening mendengar ada peserta terakhir yang disebut Janur. Mereka jadi was-was. “Apakah kau berubah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN