43. Epilog 1

1188 Kata

Pemakaman Gege ndak dihadiri oleh Sumi. Saking sedih dan depresinya, wanita itu jatuh pingsan selama tiga hari. Saat tersadar, Janur memberitahunya bahwa jazad Gege telah dimakamkan. “Dimana? Aku akan kesana, aku harus melihatnya Janur,” ucap Sumi bersikeras. Janur menatap nyonyanya prihatin. “Maaf, Nyonya ndak bisa.” “Mengapa? Jangan bilang kau membakarnya..” “Ndak Nyonya. Tuan Gandarewa pernah memberi amanat pada hamba, jika terjadi sesuatu pada dirinya. Saya harus membawanya ke tanah kelahirannya. Dan itu ndak bisa ditempuh dengan perjalanan ala manusia.” Janur berusaha memberi pengertian pada nyonyanya, yang tengah gundah gulana. Bukan cuma Sumi yang kacau, Janur sendiri juga memiliki masalah yang sangat pelik. Semenjak Tuan Gandarewa meninggal, mereka semua tercerai ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN