Jleb! Cakar hitam kemerahan itu menghujam masuk ke dadanya. Dengan bengis Sumi terus mengebor cakarnya semakin dalam masuk kedalam, hingga membuat sebagian daging Gege tercabik-cabik. Raja genderuwo itu tak merintih kesakitan sedikitpun, meski wajahnya nampak mengernyit menahan sakit. Matanya sayu, terus memandang lekat wajah bengis wanita yang dicintainya, yang kini berusaha menewaskannya. “Ram... but ja.. gung... “ gumam Gege lirih, sebelum ia muntah darah. Deras sekali hingga menyembur ke wajah Sumi. Sumi tertegun, seakan ada yang berperang dalam batinnya. Dia menatap galau wajah Gege yang nampak memprihatinkan. Muncul secercah harapan Gege, dia berusaha menyadarkan istrinya. “I.. ni aku, kembali.. lah Sumi..” Sumi memandang galau, bingung. Namun mendadak... Blesss!! Sum

