Suara telepon membuat Saga terhenyak kaget. Saat itu pula bayangan Rania dalam rengkuhan menghilang. Pria itu mendesah panjang. Dia mulai gila. Mengharap sesuatu yang rasanya tak akan mudah untuk dicapai. Mana mungkin wanita seangkuh Mrs. Queen akan datang kepadanya. 'Kalau begitu kenapa dia tak menikah dengan selingkuhannya saja, dan membunuhku? Kenapa dia menyiksaku seperti ini? s**t!' Pria itu merutuk setiap kali ingat betapa angkuhnya mantan istrinya. Tubuh kekarnya berjongkok, dengan tangan menekan tombol untuk menerima panggilan. "Ya?!" serunya. Ada nada kesal yang membuat orang di ujung telepon sampai terperanjat mundur ke belakang. 'Aneh sekali, bukannya dia sudah bahagia bisa belah duren. Kenapa masih uring-uringan juga? Apa sebenarnya Tuan punya stroke!' "Ehm. Permisi Tu

