First Kiss

1050 Kata
Saga terus saja tersenyum ingat kejadian tadi malam. Bagaimana dia berhasil menaklukkan Nara. Gadis itu tampak tak berkutik atas perlakuannya. "Sekarang kita tinggal melihat hasilnya hari ini." Saga menggumam, sembari membuka laptop. Ia kemudian masuk lewat akun yang dibuat oleh pegawainya. "Kenapa Bams membuat nama perempuan di akun ini?" tanyanya, sambil terus menggerakan mouse yang terhubung ke lapotopnya. "Tuan, yang minta agar membuat akun tidak mencurigakan di mata Princess Nara atau pun followersnya." Ucapan itu tiba-tiba terngiang di telinga, dan mengingatkan Saga bahwa semua itu atas permintaannya. "Ah, benar juga." Pria itu bicara sendiri. Beberapa kali hasil dan ekspektasi dalam kepalanya berbeda, membuatnya sadar bahwa perintahnya harus detail. Selama ini Saga terlalu irit bicara, termasuk ketika meminta Bams melakukan sesuatu untuknya. Seolah, pegawainya itu memiliki indera ke enam yang bisa mengartikan bahasa qolbu. "Aku yang salah." Saga manggut-manggut. "Yah ... akulah yang salah!" Untung saja pria itu berada dalam mood yang bagus, sehingga tak mempermasalahkan hal ini dan mengancam posisi Bams di perusahaan. "Mari kita lihat, apa yang istri Sagara Biru tulis di akun IG-nya yang memiliki 250K followers," ucapnya. [Alhamdulillah, setelah sekian lama ... akhirnya kami akan punya anak.] Tulis akun @Princess_Nara, sebuah foto memperlihatkan kemesraan mereka. Di mana dua tangan saling menggenggam dengan jari-jari saling tertaut. Tak lupa akun Princess Nara menandai akun lain yang juga memiliki followers tak kalah banyak. Akun yang tak lain adalah milik Sagara Biru, dikenal sebagai Pengusaha sukses, sekaligus suaminya. Pria yang hampir berkepala empat itu merasa puas. Seperti kesepakatan yang dilakukannya semalam, gadis itu akhirnya mengikuti semua kemauannya. Menulis di akun IG- nya dengan memberi gambaran bahwa mereka telah melakukannya. "Hem. Sekarang lihat komentar apa saja yang masuk ke postingan bocah itu." Saga menarik dua sudut bibirnya. Ia jadi ingat saat Nara mengatakan bahwa dirinya masih bocah kecil yang belum siap melakukan malam pertama mereka. 'Lucu juga anak itu.' Mata elangnya menatap intens ke layar laptop, memperhatikan deretan komentar dan menscroll pelan dari atas ke bawah. Dia membaca kata-kata netizen dengan seringai tawa. "Bagaimana caranya aku bisa tahu, kalau Rania membaca postingan Nara?" Pria itu mengerutkan kening, berpikir dalam. __________ "Hah. Aku bisa gila. Mereka pasti akan mengaggapku gadis m***m. Bagaimana kalau followerku berkurang karena imageku jatuh?!" "Ya. Kamu memang gila!" Alvin manggut-manggut. "Bagaimana jika ada yang tahu kamu menikah demi 5 juta Dollar." Pria itu bicara sambil memandangi minuman es yang Nara pesankan untuknya. Namun, karena ia sedang mengalami radang tenggorokan, Alvin pun enggan meminumnya. Ada kekecewaan dalam hatinya. Nara sudah berubah. Dia yang dulu sangat memerhatikan kondisinya, kini hanya fokus pada pernikahannya saja. Ia pun berinisiatif memesan minuman lagi. Kopi hangat yang memberikan efek menenangkan tenggorokan dan lambungnya. "Mbak kopi latte satu, ya." "Hem?" Nara memandang Alvin sebentar. Lalu, kembali fokus pada masalahnya sendiri. Diletakkan kepala dan meletakkan kedua tangan di atasnya. Tanpa Alvin tahu, selain masalah postingan IG, hatinya terus terusik oleh Saga sejak kemarin. Dia terus ingat bagaimana pria itu membuat hatinya meleleh dan tak berdaya. Ia merasa frustasi karena tak mampu bercerita pada Alvin. Biasanya dia akan bertanya kenapa Alvin memesan minuman lain. Apa dia sakit? Atau dia tak berselera dengan perhatian Nara? Namun, sekarang ... Semua memang benar-benar berubah. __________ Rania menatap ponselnya tanpa berkedip. Menatap gambar di akun @Princess_ Nara. Siapa yang menyangka jika akun rivalnya itu yang menjadi istri mantan suaminya. Ada sesuatu yang mengoyak hatinya setiap kali melihat akun dengan PP gadis manis berkacamata itu. "Kamu benar-benar kejam, Mas." Rania menggumam. Sepertinya, Saga sengaja mencari istri baru yang jauh lebih muda darinya untuk membalas dendam. "Dia pun tahu aku masih mencintainya, alih-alih memintaku dengan cara berubah dan mau ke psikiater ... pria itu justru mengatakan dengan tegas tak akan pernah pergi." Mata Rania terasa panas. Sadar bahwa cinta yang Saga miliki untuknya hanyalah sebuah cinta palsu. Pria itu hanya memiliki obsesi padanya, tanpa tahu bagaimana membahagiakan dan berkorban untuknya. Namun, sekarang ... di tangan Princess Nara, pria itu bukan hanya menggenggam tangannya, dan tidur dengannya. Mereka juga melakukan malam pertama dan bahkan mengumumkannya pada dunia. "Jika kamu ingin kembali padaku, harusnya bukan dengan cara seperti ini." Wanita cantik yang mengenakan dress bunga-bunga itu menoleh, kala suara anak kecil memanggilnya. "Bunda ...." Reynand berlari mendekat. Anak itu membawa robot-robotan yang dibelikan Saga untuknya. Sesuatu yang memaksanya untuk mengingat pria itu kembali. ___________ Saga sontak menoleh, kala derit pintu ruangannya terdengar. Tak lama sosok seorang wanita muncul dari sana. "Rania." Pemimpin perusahaan Sagara Group itu memang memberi tahu pada sekretaris atau pun manajernya, agar selalu memberi akses Rania masuk ke ruangannya. Tak mempersulit apalagi melarang masuk. Dengan alasan apa pun. Rania tampak terengah-engah, kelelahan karena berlari dan ingin segera bertemu Saga. Menuntut penjelasannya. Ingin memastikan, bahwa dia dan Nara tak melakukan apa pun ... semua yang diposting Nara hanyalah kebohongan untuk memancingnya datang. "Kamu berhasil Mas!" ucap Rania yang menghambur ke arah pria itu. Di saat yang sama, Saga berdiri terkejut dan sekaligus menyambut seseorang yang dicintainya itu. Siapa yang menyangka begitu dekat Rania mendaratkan kecupan untuk kali pertama. Hal pertama yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Mata Saga melebar ... meski ia kehilangan napas untuk beberapa waktu, semua itu membuatnya sangat bahagia. Apa yang ia lakukan dengan Nara telah berhasil. ____________ Di tempat lain .... Nara baru saja ingin menegakkan tubuh, akan tetapi ... cangkir kopi milik Alvin tergeser dan jatuh ke lantai ... hingga menimbulkan suara yang mengagetkannya. Alvin tersentak. Menatap gelas pecah di lantai, lalu pada Nara yang tampak seperti orang bingung. "Nara ... kamu nggak papa?" "Ya?" Nara menoleh. Terhenyak. Tak mengerti kenapa tiba-tiba merasa blank. Hatinya dalam sekejap terasa hambar. "Al." "Ya?" "Apa yang kamu rasakan saat jatuh cinta pada seseorang dan orang itu mencintai wanita lain?" "Hah?" Alvin melongo. Bukankah itu yang ia rasakan pada perempuan yang sekarang diajaknya bicara. "Kamu sakit, Ra?" "Jawab saja." "Aku ...." Suara Alvin tertahan. 'Kalau saja kamu tahu, Ra. Aku akan terus berjuang untuk mendapatkanmu. Tak peduli jika cinta ini salah!' Alvin tak akan mengatakan itu secara langsung pada Nara. Ia tak akan rela, Nara bertahan pada pria yang salah. Lelaki dengan manik mata kecoklatan itu tahu, bahwa Nara mulai jatuh cinta pada Saga. Dan sepertinya Saga masih mencintai wanita lain. 'Kalau begitu, pernikahan kalian memang hanya sebuah alibi, Ra.' Nara menoleh, memerhatikan wajah Alvin yang juga tampak bingung sepertinya. "Ya?" "Aku hanya ingin kamu bahagia. Lepaskan dia ... aku akan membahagiakanmu." Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN