Alvin membawa Rania ke Kafe seberang hotel. Meski baru bertemu dan berkenalan, keduanya saling bicara seolah-olah telah mengenal lama. "Oh, jadi ke mari buat kerja?" tanya Rania sambil mengusap bibir gelas dengan jarinya. Wanita cantik itu menatap Alvin dengan nakal. Pemuda yang memiliki faras tampan itu mengangguk kecil sambil tersenyum manis. Melihat betapa indah senyum pria asing yang kini tengah bersamanya, Rania mulai salah tingkah sendiri. "Kenapa kamu tak membawaku ke kamarmu saja? Kebetulan aku belum cek-in, karena anakku tidak mau tinggal di hotel, dia memilih ikut asisten ke rumah saudaranya yang tinggal di Tokyo." "Hem?" Dua alis Alvin terangkat. Heran. Secepat itu Mrs. Queen bereaksi. "Apa kamu keberatan?" tangannya bergerak menyentuh tangan lelaki yang diletakkan di atas

