Saga menatap wajah Nara lekat. Rasanya tak membosankan sedikit pun. Tak ada yang bisa ia lakukan saat sulit tidur seperti sekarang, selain memperhatikan objek terdekat. Dipegangi dadanya, debarnya kentara. Saga meyakini jika ini benar -benar cinta. Meski ada keraguan, sebab rasanya terlalu cepat berpindah ke lain hati. "Kenapa gadis ini terlihat manis belakangan ini? Apa ini yang membuatku berpindah dengan cepat?" gumamnya. Dirapatkan wajahnya ke wajah Nara dengan hati-hati agar gadis itu tak terbangun. Lalu direngkuh perlahan gadis yang sudah menerimanya, mengembalikan kepercayaan dirinya, dan dengan tulus mengatakan akan sabar menunggunya. Pria itu berusaha memejam mata, agar rasa lelahnya sirna. 'Ya, aku harus tidur. Bisa jadi karena insomnia Produktivitas organ pentingku jadi menur

