"Halo, Pak Walikota?" sapa Rania pada orang di ujung telepon. "Halo, Nona Rania. Wah, wah aku sudah lama menunggu telepon darimu. Akhirnya kamu telepon juga. Yah, walaupun aku tahu pasti ini ada hubungannya dengan beritamu yang sedang viral itu." Wali kota itu bicara panjang lebar. Seperti biasa lelaki nomor satu di kota tempatnya tinggal itu, nyerocos jika lawan bicaranya adalah Mrs. Queen. Berbeda sekali bagaimana dia selalu mempersilakan sikap tenang dan bijak di depan publik. Walikota tak memberi jeda dan kesempatan Rania untuk bicara, mengungkapkan niatnya menghubungi pria itu. Yah, meski ucapan wali kota itu benar, bahwa ia menghubungi pria paruh baya itu adalah karena menginginkan pertolongannya. Untuk menghentikan berita buruk tentangnya yang menggelinding bak bola salju. "H

